Tuesday, 20 November 2012

Peluang Kerja Sarjana Kesehatan Masyarakat


           Perkembangan ilmu kesehatan masyarakat semakin pesat dan derajat kesehatan masyarakat kita akan semakin menurun apabila tidak dilakukan management kesehatan yang berkualtas. Sarjana Kesehatan Masyarakat diciptakan untuk mengembangkan kapabilitas dan kompetensinya dalam memanage berbagai permasalahan kesehatan masyarakat untuk selanjutnya mencari pemecahannya (problem solving).  Orientasi kerja selama ini yang focus pada Dinas Kesehatan dan Puskesmas dan LSM sebenarnya sudah tidak relevan lagi karena berbagai kondisi. Ekspansi kebidang yang lainnya sangatlah diperlukan. Padahal berbagai prospek kerja masih belum terisi oleh tenaga kesehatan masyarakat bahkan beberapa diisi oleh tenaga dari bidang ilmu yang lainnya. Kondisi ini perlu kita tindak lanjuti bersama, adapun beberapa prospek kerja dapat dijabarkan sebagai berikut : 

1. Bidang Kesehatan lingkungan 

Manajer lingkungan RS, Konsultan limbah, Konsultan Amdal kesmas, Manager kesja dan kesling pd berbagai perusahaan : pertamina, PLN, Kontruksi, Tekstil, Telkom, dll., Quality control supervisor pada perusahaan makanan dan minuman : sosro, coca-cola, Aqua, catering dll, Sanitarian pada Hotel dan restourant , Manager HACCP pada restaurant, Laboratorium kesmas, Puskesmas, Dinas kesehatan, Bapedalda,, Wiraswasta : catering, pest control, konsultan amdal, konsultan limbah dll.
  
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

HSE berbagai Perusahaan (BUMN dan swasta), Risk Management, tambang offshore dll. Ahli K3 Rumah Sakit, Patient Safety, Konsultan K3, Hyperkes, dll.

3. Management Kesehatan 

Manager RS, Manager Rekam Medik, Manager Pemasaran RS, Manager Asuransi Kesehatan, Bank Insurance and consultant financial (asuransi pada Bank), manager perusahaan farmasi., Pemasaran Laboratorium dan alat kesehatan, puskesmas, dinas kesehatan dll. 

4. Biostatistik dan Epidemiologi 

Dinas Kesehatan, Puskesmas, Lembaga Survei Indonesia, BPS, Bapenas, Bapeda, BKKBN, consultant statistic kesehatan, media massa, Peneliti, dll

5. Gizi Kesehatan Masyarakat 

Manager Quality control pada perusahaan makanan dan restaurant, supervisor HACCP pada berbagai perusahaan : restaurant, hotel, supermarket, supplier makanan dll, konsultan gizi, catering, dll.

6. Promosi Kesehatan Masyarakat

            Puskesmas, Dinas Kesehatan, manager asuransi kesehatan, manager pemasaran rumah sakit, konsultan gizi, kesling, kesja pada berbagai perusahaan, LSM, dll

7. Sistem Informasi Kesehatan 

           Pemetaan penyebaran penyakit (GIS, Epi Info) pada Dinas Kesehatan, LSM dll.

Thursday, 15 November 2012

Mau sehat? Maafkanlah...


“tak ada manusia yang terlahir sempurna..” (d’masiv)
Yap betul sekali, tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Kesalahan kecil atau besar, kesalahan yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari. Eiits, jangan salah lho ya, sikap yang kita anggap benar belum tentu dianggap benar juga sama orang lain, bisa saja ternyata dia merasa tersakiti oleh ketidaksengajaan kita itu. Nah, saat kita merasa bersalah, pastilah kita akan meminta maaf kepada orang yang merasa tersakiti oleh kita. Tapi pernahkan kalian berada di posisi sebaliknya, merasa tersakiti oleh orang lain atau bahkan sampai saat ini pun rasanya masih belum bisa memaafkan? Nah, yang sering galau pasti jawabnya kompak, “Pernaah..” oke, kita lanjutkan pembahasan.
MEMAAFKAN, memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun rasanya perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Sebagai seorang yang beriman, tentunya kita tau dong bagaimana sifat tauladan kita Rasulullah saw. Beliau adalah seorang “pemaaf”, dan sifat inilah yang seharusnya dapat kita tiru. Rasulullah adalah pribadi yang suka memaafkan orang lain, beliau tidak memandang itu kesalahan besar atau kecil, itu disengaja atau tidak, sudah dilakukan atau belum dilakukan, semua kesalahan orang lain sudah beliau maafkan bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf kepada beliau. Bisakah kita berlaku demikian? Jawabannya, “bisa”. Caranya adalah

Friday, 9 November 2012

Publikasi Hasil Penelitian: Pengaruh Pemakaian Alat Pelindung Mata terhadap Ketajaman Penglihatan


EFFECT OF EYES PROTECTION USAGE TO SHARPNESS OF VISION OF WELDING WORKSHOP EMPLOYEES AT TOUR BUS
TERMINAL AREA OF NGABEAN,
YOGYAKARTA REGENCY


Azir Alfanan 1, Ariyanto Nugroho 2, Heru Subaris Kasjono 3

ABSTRACT

Background : Sharpness of vision was a problem of work safety and healthy on welding shops. According to the Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), there were 8 provinces which had low vision prevalances over the national prevalances, including Yogyakarta as much as 6,7%. Eyes protection tools usage when employees of welding shops made welding progress was factor which influence the sharpness of vision.

Objectives : This research intend to know the effect of using eyes protection to sharpness of vision, to know the sharpness of vision and usage of eyes protection of welding shops employees at tour bus terminal area of Ngabean, Yogyakarta Regency

Research Method: This research was used cross sectional research design. Sampling pick up was used total sampling. Numbers of samples in this research as musc as 36 peoples. Research data was get from primer data.

RESULT : Research result showed most respondents characteristic according to age were 20 – 30 years (41,7%), last education of Senior High School (47,2%), types of welds which used were carbide-electricity (50%), work period more than 2 years (83,3%), exposure time 4 – 6 hours (58,3%), didn’t use the eyes protection (61,1%), normal sharpness of vision (63,9%). According to statistic analize result there was significant effect between usage of eyes protection to the sharpness of vision (p < 0,05) p = 0,005, OR = 7,636.

Conclution : There is significant effect between eyes protection usage to sharpness of vision , there are 23 people (63%) who have normal sharpness of vision and 13 people (36,1%) abnormal, respondent who didn’t use eyes protection 22 people (61,1%) and 14 people who didn’t use eyes protection

Keywords : Eyes protection usage, sharpness of vision
 

1 Student of Respati University, Yogyakarta
2 Lecturer of Health Faculty of Respaty University, Yogyakarta
3 Lecturer of Poltekes, Yogyakarta

https://www.dropbox.com/s/58c6wwcyxk4huox/Naskah%20Publikasi.pdf?m

Tuesday, 2 October 2012

Prospek Profesi Manajemen

Peranan manajemen dalam pelaksanaan suatu organisasi sangat penting. Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, perorganisasian, pengalaman dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian, untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui proses manajemen tersebut, dimulai dari bagaimana memahami dirinya sendiri sebagai manajer atau pimpinan tentang gaya atau seni yang akan ditetapkannya, bagaimana kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dan srategi apa yang digunakan untuk mempercepat proses pelaksanaan pencapaian tujuan tersebut, yang pada akhirnya capaian yang diinginkan tersebut dapat berjalan secara efisien dan efektif atau berdaya guna dan berhasil guna. Manajemen yang baik adalah bagaimana alur implementasinya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tanpa gangguan dan sesuai denga prinsip-prinsip dan fungsi manajemen, namun demikian dalam kenyataan operasional dilapangan tidak semudah dan segampang yang dibahas dalam berbagai teori manajemen....



Lebih lengkapnya, silahkan klik link dibawah ini, namun sebelumnya anda harus punya akun dropbox terlebih dahulu...
https://dl.dropbox.com/u/86570476/PROSPEK%20PELAKSANAAN%20PROFESI%20MANAJEMEN.pdf